Followers

click for translator to read my artichel

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pembantaian Di Mesir: Erdogan Kecam Negara Islam Lain Yang Terus Membisu


TTurki mengajak negara-negara yang berpenduduk Islam, dengan satu suara mengutuk kezaliman tentera Mesir. Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan, mempersoalkan negara saudara seIslam berdiam diri berhubung dentan situasi dan insiden politik yang melanda negeri Piramid tersebut.

'Hey, kalian yang Islam! Saudara-saudara kamu sekalian di Mesir sedang dibunuh. Keadilan dan hak asasi sedang disembelih. Dengarkah kalian semua? Melihatkah kalian semua? Sedarkah kalian semua bahawa darah saudara-saudara sekalian sedang ditumpahkan? Hal yang sama turut berlaku di Syria, ratusan ribu disembelih di negara itu, anda lansung tidak bersuara! Kamu semua masih berdiam diri, sampai bila? Tetapi jangan lupa, hal yang sama bakal berlaku ke atas kamu nanti" demikian kata-kata tajam Erdogan dalam satu ucapannya berhubung situasi terkini di Mesir seperti dikutip Anadolu Agency, Ahad (28/7).

Turki kecewa terhadap banyak pihak atas insiden yang terjadi di Mesir. Termasuk pada Pertubuhan Bangsa Bangsa (PBB) dan negara yang mengaku mengamalkan demokrasi. Menurutnya, (sepatutnya) tidak ada toleransi atas tindakan tentera di Mesir.

Pihak antarabangsa menurut Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) itu tidak tegas berdepan dengan situasi di Mesir. Padahal, katanya, semestinya sebagai wadah dan negara pendukung demokrasi sudah sepatutnya melihat situasi di Mesir sebagai satu tindakan brutalisme.

Turki meminta agar pihak antarabangsa campur tangan. "Kami (Turki) tidak akan diam melihat situasi Mesir sekalipun jika pihak antarabangsa ikut membiarkan," ujarnya.

Insiden berdarah kembali terjadi di beberapa wilayah kota Mesir, Jumaat (26/7) dan Sabtu (27/7) waktu tempatan. Sekurang-kurangnya 120 orang dinyatakan terbunuh dan 4.500 lainnya cedera. Mereka yang terkorban akibat serangan peluru tajam.

Seramai 700 diantaranya yang tercedera masih menjalani perawatan di pusat-pusat kesihatan. Tentera dengan sepihak membubarkan aksi demonstrasi pendukung presiden yang di gulingkan Muhammad Mursi yang berkumpul di Masjid Rabaah al-Adawiyah dan Al-Nahda Square di Kota Nashr.

Wilayah ini memang menjadi pengkalan rakyat yang mendukung Ikhwanul Muslimin dan Mursi. Erdogan menilai tentera di negara itu sebagai pihak yang bersalah. Ungkapan itu datang dari tindakan tentera yang sepatutnya melindungi rakyat. - anadolu, al-jazeera, republika


0 orang berkata:

 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 PakKaramu |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.