Followers

click for translator to read my artichel

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

MAT KILAU PAHLAWAN NEGARA KE ?


Friday, September 2, 2011

Pahlawan Mat Kilau pernah di'perselisih'kan 'sejarah'



Sempat menziarahi Makam Pahlawan Mat Kilau semasa dalam perkhimatan dulu.

Kami meredahi hutan Pahang dan menyusuri sungainya......aras dan isipadu airnya di beberapa tempat yang strategik perlu dikenalpasti dan ditentutanda agar bila airnya melimpah dek hujan lebat, amaran awal boleh dilaungkan agar rakyat terbanyak tidak terperangkap.

Bersemadilah wahai Pahlawan Negara semoga Roh Mu di tempatkan bersama dengan Roh-Roh yang soleh dan Roh-Roh yang senantiasa mendapat nikmat dariNYA. Al-Fatihah.

Secara ringkasnya, kisah Mat Kilau boleh dibaca DI SINI .

al-brangionline:

Kewujudan mu pernah di'perselisih'kan 'sejarah'......alahai.....pemakai songkok 3 jengkal.....di 'tangan'nya sejarah negara di'tinta-emas'kan...
Nuffnang Ads

Jumaat, 2 September 2011

Shamsiah Fakeh (1924 - 2008) : Dari Diniyyah Puteri Padang Panjang ke Aktifis Radikal Partai Komunis Malaya (Bagian Dua)

Oleh : Saifullah SA bin Mohd. Sawi
Edit : Muhammad Ilham



Muhammad Salleh Lamry yang pernah datang dan menyaksikan perkampungan Muslim di Thailand Selatan tersebut, mendapati bahwa ternyata hampir seluruh PKM yang beragama Islam (khususnya Rejimen ke-10) tetap menjadi Muslim yang taat. Di sini mereka membangun Mesjid, Surau, madrasah dan mengajarkan anak-anak mereka mengaji dan membaca Al-Qur’an. 
 
Ternyata bagi mereka adalah mungkin untuk menjadi Komunis dan Muslim pada waktu yang sama, sebagaimana pernah diyakini oleh Haji Misbah, seorang tokoh komunis Indonesia. Sebagaimana juga Datuk Batuah, seorang guru senior dan berwibawa dari Sumatera Thawalib Padang Panjang dalam sejarah tercatat orang yang secara ideologis mencoba mempertemukan paham Islam dan Komunisme, dan secara pergerakan menggabungkan antara Perguruan Thawalib dan PKI, bahkan menjadi pendiri, pengembang PKI di Sumatera Tengah.
 
Sejarah mencatat bahwa dikalangan NU dan PERTI, bekerjasama dengan pihak Komunis dan PKI adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, dibuktikan dengan kedekatan KH. Sirajuddin Abbas (pimpinan PERTI) dengan PKI dan Sukarno, sebagaimana juga tokoh-tokoh NU dekat dengan PKI dan Sukarno melalui Ideologi Nasakom.
Menurut analisa penulis, hal itu bisa terjadi karena : (1). Paham dan ajaran komunisme waktu itu, lebih menitik beratkan perjuangannya pada Nasionalisme, heroisme melawan penjajahan (melawan Belanda di Indonesia dan melawan Inggeris di Malaya). Waktu itu perlawanan anti penjajahan ”identik” dengan komunisme, tidak sempurna disebut pejuang kemerdekaan kalau tidak dekat dengan ideologi komunisme. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa paham Komunisme/Partai Komunis merupakan organisasi dan gerakan yang paling ditakuti dan dikejar-kejar penjajah dimanapun. (2). 
 
Tokoh ideolog dan aktifis Komunis, sama sekali tidak mengemukakan hal-hal yang bertentangan dengan agama, misalnya bahwa ”Agama adalah candu bagi masyarakat, paham Komunisme adalah atheisme” dan seterusnya. Masalah kontroversial dan krusial ini sengaja disimpan rapat-rapat, sehingga dapat bekerjasama dengan pihak-pihak agama. (3). Karena alat perjuangan yang ada waktu itu sangat sedikit, kalau tidak boleh dikatakan hanyalah PKM saja (UMNO dan PAS belum lagi wujud waktu itu), sehingga seluruh mereka yang memiliki semangat perjuangan terpaksa menggunakan satu-satunya alat yang tersedia itu.
Sekarang hal yang paling penting, bagaimana mungkin seorang Shamsiah Fakeh yang adalah keturunan Minangkabau yang terkenal dengan adat istiadatnya yang keras. Alumni atau anak didik Diniyyah Puteri Padang Panjang, sebuah sekolah yang sangat ketat dalam pendidikan dan pengamalan agamanya, lalu menjadi pejuang komunisme paling kuat, paling loyal dan paling setia pada ajaran komunisme itu. 
 
Sebagaimana sudah disebut, jangankan seorang murid sekolah agama seprti Shamsiah Fakeh, sedangkan ”seorang guru agama” sekaliber Datuk Batuah, yang sangat senior dan disegani di Sumatera Thawalib Padang panjang – tidak jauh dari lokasi Diniyyah Puteri Padang Panjang – sudah boleh terpikat dan menjadi pejuang anti penjajahan melalui PKI, apatah lagi hanya seorang ”murid” seperti Shamsiah Fakeh.
Sepanjang yang disaksikan oleh Muhammad Salleh Lamry, yang pernah datang ke Perkampungan Perdamaian bekas PKM di Thailand Selatan, disana mereka yang beragama Islam tidak pernah meninggalkan ajaran dan pengamalan agamanya. Bagi mereka menjadi Komunis dan menjadi Muslim bukanlah harus memilih satu diantara dua, tapi menjadikan dua kekuatan besar itu menyatu dalam kehidupan. 
 
Ideologi Komunisme dijadikan penyuluh dan pedoman perjuangan politik kenegaraan sedangkan agama (Islam) dijadikan penyuluh dan penuntun batin dalam kehidupan spritual keagamaan. Lagi pula, bagi Shamsiah Fakeh waktu itu merasa tidak ada alat perjuangan yang lain, dan kalaupun ada tidak ada yang berjiwa radikal, dinamis dan militan sesuai dengan gelora jiwa Shamsiah Fakeh sendiri, kecuali PKM.
 
Sikap apakah yang diteladani oleh sang murid Shamsiah Fakeh dari gurunya Rahmah El-Yunusiyah ?. Secara keseluruhan, adalah semangat perjuangan yang tidak kenal menyerah, konsistensi (istiqamah) yang tidak pernah bersikap ”zig-zag” dalam berpolitik. Dan dalam sejarah dapat kita baca, bahwa secara khusus Rahmah El-Yunusiyyah pada waktu agresi Belanda kedua pada tahun 1948, pernah membentuk pasukan khusus yang diberi nama pasukan ekstremis, yang tugasnya menyusup kedalam kota Padang untuk mengacau keamanan dan mencari senjata.
 
Pasukan ekstremis ini sangat ditakuti Belanda. Pada awal 1949, Rahmah beserta tentara Batalyon Merapi juga pernah bergerilya di hutan belantara di sekitar Gunung Singgalang, dan pada tanggal 7 Januari 1949, Rahmah tertangkap oleh Pihak Belanda selama beberapa bulan lamanya. Pada waktu PRRI tahun 1958/59, Rahmah juga ikut bergerilya masuk hutan beberapa waktu. Jadi kalau Shamsiah Fakeh pernah bergerilya selama bertahun-tahun dihutan belantara Thailand Selatan, sekalipun dalam naungan ideologis yang berbeda, juga pernah dilakukan oleh gurunya Rahmah El-Yunusiyah.
 
Seluruhnya, membuktikan banyaknya persamaan dan kedekatan gaya, metode, strategi, cara, pengalaman yang dipakai gurunya Rahmah dan muridnya Shamsiah Fakeh, kecuali dalam satu hal. Gurunya berpolitik dalam Masyumi dan muridnya dalam PKM, dua kekuatan yang di Indonesia secara faktual adalah berlawanan secara diamentral.

USHA YANG BAIK UNTUK MENGENALINYA

Nuffnang Ads

Jumaat, 2 September 2011

Shamsiah Fakeh (1924 - 2008) : Dari Diniyyah Puteri Padang Panjang ke Aktifis Radikal Partai Komunis Malaya (Bagian Pertama)

Oleh : Saifullah SA bin Mohd. Sawi

Edit : Muhammad Ilham

 

Shamsiah Fakeh dilahirkan di Kampung Gemuruh, Kuala Pilah, Negeri Sembilan pada 1924, dari seorang ayah bernama Fakeh Sultan Sulaiman (tapi lebih dikenal dengan Fakeh Sutan saja), namun orang kampong menggelarinya dengan Fakeh Godang karena tubuhnya besar. Ibunya bernama Saamah Nonggok
 
Shamsiah Fakeh adalah keturunan Minangkabau, baik secara komunal karena sebahagian besar penduduk Kuala Pilah, Negeri Sembilan adalah keturunan Minangkabau, secara pribadi Shamsiah Fakeh adalah anak Fakeh Sutan seorang guru mengaji dan silat keturunan Minangkabau, yang hijrah ke Tanah Semenanjung awal 1900-an. 
 
  Shamsiah mulai bersekolah Melayu pada 1931 di Sekolah Melayu Kampung Parit, Kuala Pilah, kemudian berpindah di Sekolah Melayu Bandar, juga di Kuala Pilah. Pada 1938, ketika Shamsiah berumur 13 tahun, dia dihantar oleh ayahnya belajar di Diniyyah Puteri Padang Panjang, yang dipimpin oleh Rahmah El-Yunusiyah. Adiknya Ramli juga ikut bersamanya untuk bersekolah di Padang Panjang, dan tinggal bersama Pak Eteknya Rahimin.

Bagaimana kesan Shamsiah Fakeh terhadap pendidikannya di Diniyyah Puteri Padang Panjang ini, dapat dibaca sebagai berikut : “Sekolah Agama Rahmah El-Yunusiyah ini merupakan sekolah yang terkenal di Sumatera ketika itu. Selain mengajar soal-soal agama Islam, sekolah ini juga mendidik dan menanamkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia. 
 
Aku belajar di sekolah agama itu selama dua tahun lebih sahaja. Pada 1940 bapaku telah membawa aku kembali ke Tanah Melayu. Sepanjang yang aku ingat bahawa sebab-sebab bapaku membawa aku pulang ialah keadaan dunia yang semakin bergolak, tanda-tanda Perang Dunia Kedua akan meletus”.

Nama heroik Shamsiah Fakeh tidak dapat dilepaskan dari PKMM dan Parti Komunis Malaya (PKM). Karena melalui organisasi politik inilah kiprah dan nama besar Shamsiah Fakeh populer dan melejit ke blantika politik Malaya (sekarang Malaysia). 
 
Bahkan Muhammad Salleh Lamry dalam Prakata bukunya Gerakan Kiri Melayu Dalam Perjuangan Kemerdekaan, menyebutkan : “…Satu epiosod penting dalam sejarah Kampung Lubuk Kawah ialah kampong itu pernah menjadi tempat persembunyian empat orang tokoh penting Komunis Melayu, iaitu Musa Ahmad, Wahi Anuar, Shamsiah Fakeh dan Zainab Mahmud sebelum mereka masuk ke hutan untuk memimpin perjuangan bersenjata. Malah ketika berada di kampong itulah Wahi Anuar dan Shamsiah Fakeh mendirikan rumah tangganya …”.

Muhammad Salleh Lamry tidak salah menyebut empat tokoh tersebut sebagai “tokoh penting”, dan salah seorang diantara tokoh penting itu adalah Shamsiah Fakeh, seorang yang dilahirkan dari keturunan Minangkabau Negeri Sembilan dan yang pernah bersekolah di Diniyyah Puteri Padang Panjang. 
 
Makalah ini mencoba menguak bagaimana sepak terjang seorang srikandi Melayu asal Minangkabau yang pernah dididik di sekolah agama Diniyyah Puteri itu dapat menggegerkan politik Malaya melalui PKM. Kajian ini kita awali dengan menjelaskan tentang sejarah timbul dan perkembangan PKM, sebagai latar perjuangan seorang tokoh Shamsiah Fakeh.

Dari anggota dan aktifis PKM dari kalangan bangsa Melayu bekerjasama dengan aktifis KMM, kemudian ditubuhkan Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM) di Ipoh, Perak tanggal 17 Oktober 1945. Karena PKMM didominasi oleh kalangan Melayu (baik dari unsur PKM atau KMM), maka orientasinya lebih banyak ke Indonesia, sehingga dari 8 tujuan utama PKMM, seluruhnya menunjukkan kecendrungan untuk menjadi bahagian dari Indonesia Raya. 
 
Dalam perkembangannya PKMM menubuhkan sayap pemuda bernama Angkatan Pemuda Insaf (API), memindahkan markas besarnya dari Ipoh (Perak) ke Kuala Lumpur, dan menerbitkan surat kabar Pelita Malaya dan mingguan Suluh Malaya, dan mendukung Kongres Melayu Se-Malaya yang kelak melahirkan UMNO. Terjadi dinamika dan perubahan ideologi dan kecendrungan dari beberapa Kongres PKMM. 
 
Kalau pada Kongres Pertama, kelompok komunis yang menguasai partai (Ketua Mokhtaruddin Lasso dan Sekretaris Jenderal Dahari Ali), maka pada Kongres kedua, kelompok nasionalis-agama yang mendominasi (Ketua DR. Burhanuddin al-Helmi dan Zulkifli Auni sebagai Sekretaris Jenderal), sedang pada Kongres Ketiga kelompok Nasionalis-sekuler yang berkuasa - Ketua Ishak haji Muhammad dan Ahmad Boestamam (Bersambung)

NEGARA PERLU MENILAI SIAPA SEBENAR PEJUANG NEGARA TERMASUKLAH SULTAN YANG MELAWAN BRITISH


Friday, September 2, 2011

MAT SABU Pertahan MAT INDERA Pejuang Kemerdekaan

KOTA BHARU, 2 Sept -- Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu atau Mat Sabu tetap mempertahankan Mat Indra sebagai pejuang kemerdekaan ketika sidang media di pejabat PAS Negeri di sini hari ini.

Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu atau Mat Sabu (kanan) ketika sidang media di pejabat PAS Negeri di sini hari ini.


-Bernama


Mohamad Sabu menyifatkan isu komunis sengaja ditimbulkan bagi mengalih pandangan rakyat terhadap kepincangan pengurusan pilihan raya dan kenaikan harga barangan keperluan sekarang.


Timbalan Presiden PAS berkata, isu tersebut sengaja ditimbulkan akhbar milik Umno bagi menutup kelemahan pemerintah.


“Pemimpin Umno dilihat merasa gusar dan panik apabila sejarah perjuangan kemerdekaan mulai diketahui rakyat khususnya generasi muda.

“Perjuangan menuntut kemerdekaan bukan hanya dimiliki dan dipelopori pemimpin Umno sahaja,” katanya pada sidang media di Pejabat Perhubungan PAS Kelantan di sini, petang ini. Hadir sama Setiausaha Perhubungan PAS Negeri, Zulkifli Mamat.

Mohamad berkata, Mat Indera diiktiraf sebagai pejuang kemerdekaan seperti pernah disiarkan dalam Berita Harian pada 13 Ogos 2010.


Menurutnya juga laporan disiarkan Utusan Malaysia berkaitan ucapannya di Pulau Pinang jelas cuba mengelirukan fakta sebenar.


”Ini kerana semua orang sudah tahu ketika zaman penjajah, sesiapa sahaja yang menentang British akan dianggap sebagai pengkhianat.

”Sama seperti Tok Janggut yang bangkit melawan Inggeris bagi menuntut kemerdekaan dianggap sebagai penderhaka, sedangkan mereka pejuang sebenar menuntut kemerdekaan,” ujarnya.

Ditanya pemberita apakah beliau juga menganggap Rashid Maidin juga sebagai pejuang apabila masih menentang kerajaan selepas kemerdekaan dicapai,
katanya cara itu tidak betul.

”Saya tidak setuju selepas negara mencapai kemerdekaan masih ada yang melawan kerajaan seperti melawan British,” tambahnya.

Kata beliau peristiwa Bukit Kepong ada anggota polis yang terkorban merupakan satu fakta sejarah terhadap apa yang berlaku.


Beliau juga menjelaskan sedia berbincang dengan sesiapa sahaja mengenai sejarah perjuangan menuntut kemerdekaan bagi membolehkan generasi muda mendapat maklumat lebih tepat.


Zulkifli yang juga Adun Pulai Chondong pula berkata, generasi muda sekarang mulai tahu tokoh-tokoh yang benar-benar terbabit dalam perjuangan menuntut kemerdekaan negara.


Menurutnya pendedahan itu dibimbangi pemimpin Umno kerana sebelum ini setiap kali sambutan ulangtahun kemerdekaan hanya pemimpin negara yang diketengahkan, sedangkan pejuang sebenar disisihkan.

AYAT KENYATAAN MAT SABU ADALAH MUTASABBIHAT


Karpal Singh Acah-acah Aja 'Ketuk Kepala Lutut' Mat Sabu! Siapa Yang Untung?


Pakar Sejarah, Profesor Khoo Kay Khim telah mengkritik kedangkalan Mat Sabu mengenai sejarah negara ini. Malah, Karpal Singh sendiri telah mengkitik Mat Sabu. MiM tidak faham jika masih ada yang sependapat dengan Mat Sabu yang jelas rendah IQ beliau.

Apakah signifikannya Karpal Singh menegur Mat Sabu?


Apakah Mat Sabu akan panik atau ketawa besar kerana isu komunis ini telah berjaya memesongkan fokus rakyat daripada memikirkan isu murtad, penglibatan DAP dan penyelewengan kos perubatan beliau?


Sila baca di bawah:-

Pengerusi DAP Karpal Singh mahu rakan pemimpin parti pakatan Mohamad Sabu, menarik balik kenyataannya berhubung tragedi Bukit Kepong.

Pemimpin DAP itu berkata rentetan peristiwa Bukit Kepong itu tidak boleh dipertikaikan dan mesti diterima kerana dokumen sejarah telah menyatakan bahawa anggota polis dan keluarga mereka berjuang menentang gerila komunis.


"Menyentuh tentang satu isu sensitif yang berusia lebih 61 tahun selepas ia berlaku adalah tidak adil dan saya fikir beliau (Mohamad Sabu) perlu secara serius mempertimbangkan untuk menarik balik kenyataannya memandangkan penerimaan negatif pelbagai pihak terhadapnya," kata Karpal Singh.


Mohamad Sabu, yang juga Timbalan Presiden PAS, semasa berceramah di Tasek Gelugor di Georgetown pada 21 Ogos lalu didakwa mengeluarkan kenyataan bahawa pengganas komunis yang menyerang dan membunuh 25 anggota polis dan keluarga mereka dalam tragedi Bukit Kepong adalah hero sebenar dalam perjuangan kemerdekaan negara.


Karpal Singh berkata Mohamad Sabu, atau yang lebih dikenali sebagai Mat Sabu, sepatutnya segera bertindak meredakan keadaan dan menenangkan perasaan anggota keluarga mangsa yang terkorban dalam tragedi berkenaan..


"Saya bukannya anti-PAS dan saya juga tidak anti-Sabu, tetapi saya tidak bersetuju dengan kenyataan beliau dalam perkara ini," katanya.


Ahli parlimen Bukit Gelugor itu berkata kenyatan Mat Sabu tidak wajar dan ia boleh menjejaskan Pakatan Rakyat.


"Beliau seharusnya menarik balik kenyataan kerana saya tidak nampak mengapa beliau tidak harus melakukannya. Saya tidak fikir apa yang beliau katakan itu mempunyai penghuraian positif bagi pakatan; ia negatif," kata Karpal Singh.


Mat Sabu yang kemudiannya menjelaskan tentang kenyataannya berkata mereka yang menyerang Bukit Kepong adalah hero kerana mereka pejuang kebebasan, dan bukan kerana mereka menyerang anggota polis Melayu.- Bernama.

NI KUMPULAN ALLA PITCHAY


NI BARU DENGAQ PAS KEBANGSAAN ? SAH BARU KWAR BAWAH TEMPURUNG !

Friday, September 2, 2011

AMIR AMSAA ALLA PITCHAY Pun Buat Laporan Polis Terhadap MAT SABU

KUALA LUMPUR, 2 Sept -- Presiden Ikatan Rakyat Insan Muslim Malaysia (IRIMM), Amir Amsaa Alla Pitchay (bawah kanan) dan Presiden Dewan Ekonomi Dan Sosial Muslim Malaysia (DESMMA), Mohd Fazil Abdullah (bawah, dua kanan) bersama sebahagian ahlinya selepas membuat laporan polis terhadap kenyataan Timbalan Presiden Pas Kebangsaan, Mohamad Sabu berhubung isu Bukit Kepong di Balai Polis Setapak di sini, hari ini.


Presiden Ikatan Rakyat Insan Muslim Malaysia (IRIMM), Amir Amsaa Alla Pitchay dan Presiden Dewan Ekonomi Dan Sosial Muslim Malaysia (DESMMA), Mohd Fazil Abdullah (kanan) menunjukkan laporan polis yang dibuat terhadap Timbalan Presiden Pas Kebangsaan, Mohamad Sabu berhubung isu Bukit Kepong di Balai Polis Setapak di sini, hari ini.


Presiden Ikatan Rakyat Insan Muslim Malaysia (IRIMM), Amir Amsaa Alla Pitchay (tiga kanan) dan Presiden Dewan Ekonomi Dan Sosial Muslim Malaysia (DESMMA), Mohd Fazil Abdullah (dua kanan) bersama sebahagian ahlinya membuat laporan polis terhadap kenyataan Timbalan Presiden Pas Kebangsaan, Mohamad Sabu berhubung isu Bukit Kepong di Balai Polis Setapak di sini, hari ini.


-Bernama

NANTI UMNO PULA KATA PAKATAN SOKONG KOMINIS !

Pakatan pertahan Mat Sabu, dakwa Umno-BN palsukan sejarah

September 02, 2011
 
KUALA LUMPUR, 2 Sept - Pakatan Rakyat mempertahankan Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu (gambar) dalam isu kontroversi berkaitan kenyataan mengenai tragedi Bukit Kepong, sebaliknya mendakwa Umno-BN secara sistematik 'memalsukan' sejarah Malaysia.

"Kami juga mempersoalkan naratif sejarah yang ditulis oleh 'pihak yang menang', yang dalam kes ini ditulis oleh Kerajaan Umno-BN dan perkakas propaganda mereka.

"Dalam hal ini, kami ingin memberikan kritikan tegas terhadap usaha sistematik berdekad-dekad lamanya untuk 'memalsukan' sejarah Malaysia, agar hanya sumbangan Umno dan sekutu mereka yang diiktiraf sementara sumbangan jelas dari nasionalis Malaysia dan pejuang kemerdekaan yang lain dipadamkan," kata kepimpinan Pakatan Rakyat dalam satu kenyataan dikeluarkan hari ini.

Kenyataan dikeluarkan oleh ahli jawatankuasa kerja PAS pusat Dr Dzulkefly Ahmad, Pengarah Komunikasi

Nik Nazmi Nik Ahmad dan setiausaha antarabangsa DAP Liew Chin Tong.Dengan memetik kenyataan Winston Churchill pernah berkata bahawa "sejarah ditulis oleh pihak yang menang", kata mereka, di Malaysia, bukan sahaja sejarah malah berita semasa juga ditulis mengikut skrip mereka yang berkuasa.

"Beberapa hari kebelakangan ini, media milik BN telah menyerang Mat Sabu secara berterusan sebagai seorang simpatisan komunis.

"Mereka telah memfitnahnya sebagai mengagung-agungkan pengganas komunis yang menyerang polis di dalam tragedi Bukit Kepong," kata mereka dalam kenyataan itu.

Pemimpin Pakatan Rakyat ini berkata kedua-dua dakwaan itu tidak benar sama sekali. "Kami percaya Saudara Mat Sabu tidak berkata demikian dan secara tegas mengutuk putar belit yang tidak bertanggungjawab oleh pimpinan dan media Umno.

"Pertama sekali, Mat Sabu tidak sekali-kali menyebut tentang komunis ataupun PKM. Kedua, usahanya untuk menarik perhatian terhadap sejarah sebenar yang luas telah diputarbelitkan," katanya lagi.

Justeru kata mereka, pihaknya mahu menegaskan bahawa mereka tidak mempersoalkan sebab Mohamad cuba menimbulkan persoalan terhadap naratif sejarah negara.

"Tetapi kami secara serius mempersoalkan laporan cuai dan berniat jahat Utusan Malaysia, yang sekali lagi menggunakan hujah palsu dan tipu helah dengan niat yang jahat," kata kenyataan mereka.

Kata mereka, apa sudah jadi kepada tokoh-tokoh seperti Dr Burhanuddin al-Helmy, Ahmad Boestamam, Ishak Haji Mohamed (Pak Sako) dan ramai lagi?

"Bagaimana dengan pertubuhan dan gerakan seperti Kesatuan Melayu Muda (KMM) dan Parti Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM)? Mereka merupakan peneraju sebenar aktivisme politik Melayu.

"Kita juga mempunyai Perlembagaan Rakyat yang terhasil 10 tahun sebelum Merdeka oleh Pusat Tenaga Rakyat dan All-Malaya Council of Joint Action (AMCJA).

"Usaha PUTERA-AMCJA ini bukan sahaja bersejarah dari segi usaha mereka, malah merekalah pakatan politik pelbagai kaum pertama negara," tambah kenyataan.

Ketiga-tiga pemimpin ini berkata, harus diingat perjuangan kemerdekaan bukanlah usaha Perikatan semata-mata. Perjuangan murni ini berlangsung di pelbagai medan dan lapangan, dipimpin pelbagai tokoh dan menerusi pelbagai cara, kata beliau.

"Bukankah pengorbanan tokoh-tokoh menentang penjajah seperti Tok Janggut, Abdul Rahman Limbong, Tok Ku Paloh dan ramai lagi juga mesti disertakan?

"Tetapi pemimpin Utmno idak mampu menerima kepelbagaian ini. Sejarah yang ditulis Umno ialah hanyalah satu versi yang tiada ruang untuk berbeza pandangan," kata kenyataan mereka.

Malah tambah mereka, "hakikatnya, jika kita membaca sejarah Malaysia menerusi tokoh-tokoh seperti Dr Burhanuddin, Boestamam, Pak Sako dan lain-lain lagi, kita akan mendapati kisah aktivisme sosial, pejuangan kebangsaan, antikolonialisme dan kemudian ketakutan institusi dan penindasan yang menyaksikan mereka dan ramai lagi ditangkap dan ditahan di bawah ISA oleh kerajaan Perikatan/BN setelah difitnah, antara lain, menjadi talibarut komunis."

Tegas mereka, buku-buku sejarah negara bukan sahaja kehilangan satu atau dua bab, tetapi satu sejarah yang selari tetapi telah berjaya dipadamkan daripada rekod rasmi negara.

"Jelas sekali lagi bahawa Umno mempunyai kepentingan untuk mengekalkan versi sejarah mereka memandangkan ini menjadi asas kepada pemimpin serta kekuasaan mereka, malah menutup tipuhelah mereka untuk menindas pihak lawan dan penentangan sah setelah lima dekad berkuasa.

"Sekali lagi kami menegaskan bahawa Mat Sabu tidak salah dalam usaha mempersoalkan persepsi yang wujud tentang sejarah negara," kata mereka sambil menambah, yang menjadi kesalahan ialah hakikat bahawa rakyat Malaysia telah dimanipulasi sekian lama oleh perkakas propaganda Kerajaan Umno-BN.

USHA UMNO MELAGA-LAGAKAN PIMPINAN PAS

PAS: Laporan MB Kedah digugur usaha lagakan kepimpinan parti

September 02, 2011
 
KUALA LUMPUR, 2 Sept — PAS menyifatkan laporan media kononnya Menteri Besar Kedah Datuk Seri Azizan Abdul Razak akan digugur dalam waktu terdekat salah satu usaha melaga-lagakan kepimpinan parti Islam oleh pihak-pihak tertentu kerana melihat wujud perpaduan yang kukuh.

Sehubungan itu Ketua Penerangan PAS Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man berkata menjelang pilihan raya umum ke-13,  banyak isu sengaja ditimbulkan oleh musuh, bahkan akan ada pula perisytiharan kononnya keluar parti beramai-ramai.

“Saya menyeru seluruh ahli dan penyokong Pakatan Rakyat agar mendapatkan maklumat parti melalui saluran rasmi parti agar kita tidak terperangkap dengan mainan musuh,” kata beliau dalam satu kenyataan dikeluarkan petang ini.

Tuan Ibrahim mengulangi pendirian bahawa PAS tiada hasrat untuk menukar Azizan.

“Dan, dengan ini secara tegas menafikan berita sebagaimana yang dilaporkan oleh akhbar The Star dalam satu berita bertajuk “Azizan resists PAS leadership’s moves to replace him”.

“Bahkan perkara ini tidak pernah dibincang dalam mana-mana mesyuarat di peringkat tertinggi parti, sama ada dalam mesyuarat jawatankuasa harian atau mesyuarat biro politik parti,” katanya.

Tambah beliau, jika ada perkara penting sebagaimana yang dilaporkan, tentulah ia akan dibawa dalam mesyuarat penting  parti.

Terdahulu, Presiden PAS Datuk Seri Abdul menafikan beliau ada mendesak atau meminta Azizan agar meletakkan jawatan sebagai Menteri Besar Kedah.

Justeru, Hadi menegaskan Azizan akan kekal dalam jawatannya yang disandang sejak Mac 2008.
Laporan akhbar mendakwa kepimpinan PAS sedang mengambil langkah untuk menggantikan Azizan yang kini kurang sihat selepas diserang sakit jantung bulan lalu.

Menurut laporan itu, Hadi akan menghadap Sultan Kedah berhubung peralihan kepimpinan kerajaan negeri.
Beliau juga disebut akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negeri di Alor Setar mengenai isu itu hujung minggu ini.

The Malaysian Insider difahamkan Hadi akan mengadakan kunjungan ke Kedah akhir minggu ini.

Azizan dipetik berkata beliau tiada rancangan untuk bercuti panjang ekoran masalah kesihatan semasa.

Bagaimanapun Azizan yang juga Pesuruhjaya PAS Kedah tidak menafikan ada usaha untuk memintanya bercuti panjang dan jawatan dipangku oleh pihak lain.

LA NI PEH PULA BUAT GEMPAQ

Exco Kedah: Tiada rancangan gantikan Azizan, semua OK

September 02, 2011
KUALA LUMPUR, 2 Sept ─ Pemimpin kerajaan negeri Kedah berkata tiada cadangan untuk menggantikan Datuk Seri Azizan Abdul Razak sebagai menteri besar ekoran masalah kesihatan wakil rakyat PAS itu.

Ketika dihubungi pagi tadi, tiga Exco kerajaan mengakui terkejut apabila terdapat usaha untuk menggantikan Azizan seperti yang dilaporkan akhbar hari ini.

Pengerusi Jawatankuasa Agama Islam, Pelajaran dan Koperasi negeri, Datuk Mohamed Taulan Mat Rasul berkata beliau hanya mengetahui perkara itu pagi tadi apabila diberitahu terdapat “berita sampah dalam akhbar” mengenai pentadbiran Kedah.

“Saya tidak tahu. Saya belum bertemu sesiapa sejak dua hari lalu kerana Hari Raya. Hari ini, ada orang beritahu ada berita sampah dalam akhbar. Mungkin saya perlu bercakap dengan kawan-kawan tentang perkara ini,” katanya.

Muka hadapan akhbar harian berbahasa Inggeris mengatakan Azizan (gambar) mungkin akan berundur kerana masalah kesihatan, mendakwa Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang akan menemui Sultan Kedah.

The Malaysian Insider difahamkan Hadi akan mengadakan kunjungan ke Kedah akhir minggu ini.

Laporan akhbar itu menyebut beberapa pemimpin meminta supaya beliau berehat disebabkan masalah kesihatan tetapi Azizan enggan berbuat demikian, dengan menegaskan ada banyak perkara hendak dilakukan.

Bagaimanapun Mohamed Taulan, yang juga Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) Tokai menegaskan, semuanya “okay” dengan kepimpinan Azizan walaupun kurang sihat.

“Sebenarnya, semuanya okay... cuma beliau kadang-kadang penat dan doktor tidak membenarkan ramai pelawat kerana ia membuatkan beliau tertekan dan letih. Tapi yang pasti... ada yang melawat beliau pada pukul 2 pagi atau 3 pagi,” katanya.

Selain Mohamed Taulan, akhbar itu juga mencadangkan dua nama untuk menggantikan Azizan ─ Adun Anak Bukit Datuk Amiruddin Hamzah (Pengerusi Jawatankuasa Industri dan Pelaburan, Pertanian dan Industri Asas Tani, Bioteknologi dan Pembangunan Luar Bandar dan Basmi Kemiskinan) dan Adun Pangkalan Kundur Datuk Phahrolrazi Mohd Zawawi (Pengerusi Jawatankuasa Perumahan dan Kerajaan Tempatan, Kerja Raya, Bekalan Air, Sumber Air dan Tenaga).

Seperti Mohamed Taulan, Amiruddin juga melahirkan rasa terkejut apabila diberitahu tentang perkara itu, sambil berkata beliau tidak tahu jika ada perubahan barisan kepimpina.

“Bagi saya semua ini hanya berita. Tapi saya rasa, jika beliau (Azizan) kata beliau sihat maka beliau sihat. Itu hak individu bukan orang lain. Jadi saya tidk tahu dari mana mereka dapat berita ini...anda perlu periksa denga wartawan,” katanya.

Beliau menegaskan tiada sebarang masalah dalaman antara pemimpin PAS untuk merebut jawatan menteri besar dengan menambah ia “bukan cara PAS.”

“Kami semua menyokong Azizan. Beliau telah meminta kami mengambil alih beberapa tugas terutamanya semasa Ramadan...kami memberikan sokongan penuh,” katanya.

Amiruddin juga bersetuju berita Azizan mungkin sengaja dicipta untuk memecahkan perpaduan PAS di KEdah. Terdapat 16 Adun PAS dan tiga Adun PKR -jumlah keseluruhan 36 kerusi.

Phahrolrazi menolak untuk memberikan sebarang komen mengenai perkara itu, merujuk namanya disenaraikan sebagai salah seorang daripada calon yang mungkin menggantikan Azizan.

“Bila saya jadi tumpuan dalam perkara ini, ia lebih baik untuk saya tidak berkata apa-apa. Tetapi ya, sudah tentu kami bimbang akan kesihatan beliau dan kita sentiasa memberikan sokongan kepada beliau,” katanya.

Sementara itu dua Exco PKR S. Manikumar dan Lim Soo Nee ketika dihubungi terkejut tentang perkara itu.

Manikumar berkata perkara itu perlu diselesaikan dalam kepimpinan PAS pusat tetapi menekankan lebih baik sekiranya Azizan kembali sihat dan meneruskan tugas sebagai menteri besar.

“Kita perlu memberi masa kepada beliau. Ini bukan soal untuk menggantikan beliau tetapi kita perlu pertimbangkan banyak isu lain... corak pentadbiran akan berubah...ia akan jadi sangat berbeza,” katanya.

Lim berkata Azizan bersungguh-sungguh untuk meneruskan tugas beliau tetapi menambah, beliau akan menyerahkan kepada PAS pusat untuk membuat keputusan.

KEMANA HILANG GHAIBNYA KETURUNAN SULTAN ABDULLAH YANG BERMAKAM DIDURIAN SEBATANG ?

UMNO SUKA MENCARI ISU YANG MENIKAM DIRI SENDIRI


Friday, September 2, 2011

Penipuan Utusan Bakal Bunuh UMNO, Sokongan Kepada Mat Sabu Semakin Meningkat


Ipoh – Pemuda Pas Negeri menyokong kenyataan Timbalan Presiden Pas, Mohammad Sabu yang mendakwa Datuk Onn Jaafar dan Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, tidak layak dianggap sebagai pejuang kemerdekaan sebenar.

Ketuanya, Zawawi Yusoff berkata,
kenyataan Mohammad Sabu atau Mat Sabu itu adalah situasi sebenar selain berdasarkan kepada fakta-fakta yang relevan berhubung perkara tersebut.
Menurutnya, isu berkenaan juga telah disuarakan sejak sekian lama iaitu sejak sekitar 80-an tetapi ia senyap begitu sahaja sehinggalah ditimbulkan kembali waktu ini.

“Kita menyokong kenyataan berfakta daripada beliau (Mat Sabu) ini, malah ianya telah disuarakan sejak sekian lama, tetapi baru hari inilah pihak Umno nak putar belit isu ini.

“Cuba perhatikan betul-betul. Individu-individu yang disebut oleh beliau juga berjuang menentang British, bukannya menentang orang Melayu.

“Mungkin yang ditentang hanya segelintir yang menjadi tali barut kepada British di masa itu,”
katanya, semalam.

Berkata demikian ketika diminta mengulas cabaran daripada Naib Ketua Pemuda UMNO Negeri, Mohamad Annuar Ariffin yang mahukan pihak Pemuda Pas menyatakan pendirian terhadap isu berkenaan.

Sementara itu, Zawawi juga mendakwa wujud dua pihak Umno iaitu ‘lama’ dan ‘baru’ yang memiliki perjuangan berbeza.

Katanya, hanya Umno lama yang berjuang untuk orang Melayu manakala Umno baru pada hari ini dilihat banyak menyeleweng daripada perjuangan sebenar malah lebih menjurus kepada kepentingan diri sendiri.

“Perjuangan Umno baru ini dilihat tidak banyak memperjuangkan hak Melayu malah lebih kepada kepentingan politik semata-mata,” katanya. -SH
Mat Sabu asak balik, dakwa Umno di ambang tumbang

Mat Sabu berkata sambutan bagi program ceramah anjuran PAS “sangat baik”.


PAS semakin hampir untuk mengisytiharkan pihaknya “juara” kempen bersaing dengan Umno bagi mendapatkan undi orang Melayu kawasan luar bandar ketika sambutan Aidilfitri, dengan Timbalan Presidennya Mohamad Sabu yakin Umno bakal tumbang dalam waktu terdekat.

Meskipun berhadapan dengan siri kecaman dan kritikan berhubung kenyataan mengenai tragedi Bukit Kepong, Mohamad menegaskan kepada The Malaysian Insider, usaha mengedar bahan kempen Aidilfitri sudah cukup berjaya untuk mendapatkan sokongan orang Melayu memihak kepada Pakatan Rakyat (PR).


“Ceramah-ceramah kami di surau dan masjid cukup baik. Respons daripada rakyat sangat baik,” katanya.


Kedua-dua PR dan Barisan Nasional (BN) mengadakan kempen prapilihan raya umum ketika Ramadan, masing-masing dengan agenda dan mesej untuk memikat sokongan pengundi Melayu, khususnya mereka di luar kawasan bandar.


Bagaimanapun pada Sabtu lalu, PAS — komponen PR, berhadapan dengan serangan Utusan Malaysia kononnya Mohamad mempertikaikan pejuang kemerdekaan dan mengagung-agungkan komunis, ketika negara menyambut ulang tahun Hari Kemerdekaan Ke-54.


Mohamad telah menafikan ada menyebut nama komunis dalam ceramahnya di Pulau Pinang pada 21 Ogos lalu.


The Malaysian Insider semalam membawa laporan, sama ada tafsiran Mohamad mengenai tragedi Bukit Kepong tepat ataupun sebaliknya, isu itu telah membuka ruang kepada BN untuk bertindak secara ofensif ketika ia bertungkus-lumus memperbaiki imejnya yang terjejas ekoran perhimpunan Bersih 2.0 dan isu kenaikan inflasi.


Meskipun ada peralihan sokongan orang Melayu kepada perikatan itu sejak pilihan raya umum 2008, Umno melihat Mohamad, timbalan presiden PAS yang dipilih Jun lalu, sebagai “pengasak” yang belum boleh memecahkan asas kekuatan mereka di kalangan kaum majoriti itu.


Bagaimanapun kenyataan kontroversi pemimpin itu telah membolehkan Umno menyemai benih keraguan di kalangan pengundi Melayu, yang masih menganggap komunisme sebagai satu momokan, khususnya di kalangan masyarakat luar bandar.


Meskipun begitu, Mohamad masih yakin dengan sokongan orang Melayu sambil menegaskan, Umno sudah mula rasa tertekan dan terdesak.


“Anda tengok, saya hanya seorang yang sangat, sangat kecil. Bukan orang besar pun, tetapi mereka menyerang saya... lima hari lima malam. Jadi, mereka sudah jelas terdesak,” kata beliau.


Katanya, ketika kempen sempena cuti Aidilfitri yang diusahakan oleh PAS, pemimpin-pemimpin parti Islam itu menjelaskan mengenai tuntutan pilihan raya yang dibawa oleh Bersih 2.0 termasuk isu pengundi pos.


“Isu-isu lain termasuklah rasuah, skandal cincin RM24 juta melibatkan isteri perdana menteri... mereka belum lagi menjelaskan dengan betul,” kata beliau.


Reaksi daripada orang ramai cukup menggembirakan kata Mohamad sambil menambah, PAS telah berjaya membawa mesej ke akar umbi.


“Apa pun, Umno akan tumbang dalam waktu terdekat. Anda akan lihat,” kata beliau dengan yakin.


Ketika sambutan Aidilfitri kali ini, ahli-ahli PAS telah menyiarkan video berkaitan dengan perhimpunan Bersih 2.0 9 Julai dan mengedarkan kira-kira 200,000 DVD. -TMI




DIA MEMANG MENTERI YANG BISU, NAK BUAT MACAM MANA ?

Dianiaya Dan Dimanipulasi, Penulis Bidas Sikap Membisu Muhyiddin


Penulis dizalimi, Muhyiddin membisu

Kumpulan Sasterawan Kavyan kecewa kerana Menteri Pelajaran belum berbuat apa-apa berikutan kes lima penulis dikatakan dinafikan hak royalti bagi teks Komsas.

PETALING JAYA: Penulis sepenuh masa dari Johor, Rohani Deraman (gambar) layak menerima royalti sekitar RM55,878.50 daripada antologi Gema Sepi Gadis Genius (DBP: 2010) yang dijadikan teks Komsas bagi pelajar Tingkatan Dua.


“Cerpen ‘Warkah Daripada Ibu’ karya Rohani mula-mula termuat dalam antologi Hanya Kita Yang Tinggal (Penerbit Mega Setia Emas Sdn Bhd: 2001) dan dia hanya dibayar RM40.


“Cerpen sama dimuatkan dalam sebuah antologi terbitan Edu Quest Publisher pada 2007 dan penulis tidak dibayar walau satu sen,” kata Uthaya Sankar SB yang merupakan pemilik ‘Perunding Media, Motivasi dan Penerbitan Uthaya’ dan presiden Kumpulan Sasterawan Kavyan (Kavyan).

Beliau yang sedang menangani isu lima penulis yang dikatakan dinafikan hak royalti teks Komsas berkata, data di Perpustakaan Negara Malaysia (PNM) menunjukkan bahawa Edu Quest Publisher pernah menerbitkan beberapa buku kanak-kanak dan remaja pada 2000, 2005, 2006, 2007 dan 2008.

“Penerbit Mega Setia Emas Sdn Bhd adalah ahli Persatuan Penerbit Buku Malaysia (Mabopa) tetapi Edu Quest Publisher umpama sebuah syarikat misteri dan tiada banyak maklumat mengenainya.

“Saya mempunyai alasan untuk mempercayai bahawa Penerbit Mega Setia Emas Sdn Bhd yang memiliki Nur-Ilmu Sdn Bhd juga memiliki Edu Quest Publisher,” katanya dalam catatan di blognya.

Uthaya turut mendedahkan bahawa pada 31 Mac lalu, Kementerian Pelajaran Malaysia sudah membuat pembayaran secara elektronik kepada para penerbit asal bagi karya-karya yang termuat dalam antologi Gema Sepi Gadis Genius.

“Royalti yang dibayar kepada Penerbit Mega Setia Emas Sdn Bhd sebagai penerbit asal bagi cerpen ‘Warkah Daripada Ibu’ dipercayai adalah RM11,175.70 dan jumlah itu hanyalah royalti bagi cetakan pertama (2010),” kata Uthaya.

Penulis prolifik yang sebelum ini dilantik sebagai anggota Panel Bebas Mengkaji Pindaan Novel Interlok Edisi Murid berkata, orang ramai mempunyai alasan munasabah untuk beranggapan bahawa Penerbit Mega Setia Emas Sdn Bhd “mencuri” duit royalti Rohani bagi cerpen “Warkah Daripada Ibu” sebanyak RM5,587.85 setahun.

“Isu mengenai penindasan dan penganiayaan terhadap Rohani serta beberapa penulis lain sudah diceritakan dalam Surat Rayuan Terbuka Kepada Menteri Pelajaran pada 26 Ogos lalu tetapi tiada apa-apa reaksi daripada pihak berkenaan,” kata Uthaya.

Dianiaya dan dimanipulasi

Surat rayuan terbuka itu ditulis oleh Rohani bersama-sama Amy Suzani Mohd Ainuddin (Kelantan), Hazama Harun (Kuala Lumpur), Mohd Izan Abd Hazes (Kuala Lumpur) dan Erda Roslan Khairi (Putrajaya) serta turut disiarkan di FMT.

“Mereka berlima secara terang-terangan dianiaya dan dimanipulasi sekumpulan penerbit yang mempamerkan sikap tidak berwibawa, tidak beretika, tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan.

“Malah, orang ramai mendapat gambaran seolah-olah para penerbit terbabit lebih berkuasa daripada Menteri Pelajaran merangkap Timbalan Perdana Menteri,” katanya.
Uthaya mula-mula mendedahkan isu itu menerusi artikel bertajuk “Komsas Abai Hak Cipta?” di FMT pada 15 Ogos lalu.

“Berdasarkan apa yang berlaku, orang ramai kini mempunyai alasan munasabah untuk mula tertanya-tanya, apalah gunanya ‘kuasa’ pada tangan Tan Sri Muhyiddin Yassin jika beliau tidak mampu menggunakan kuasanya dan kuasa-kuasa khas yang ada padanya untuk membela lima penulis yang dizalimi,” kata Uthaya sambil menambah: “Tepuklah dada, tanyalah selera.” -FMT

PUTARBELIT DEMI POLITIK


Friday, September 2, 2011

Perkataan KOMUNIS Tiada Dalam Ucapan Saya - MAT SABU

Timbalan Presiden PAS, Mohamad Sabu, telah memutuskan untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap akhbar Utusan Malaysia kerana laporan "putarbelit dan palsu" ceramahnya di Tasek Gelugor, Pulau Pinang pada 21 Ogos. Beliau juga berkata bersedia untuk menghadapi soal siasat polis mengenai perkara yang secara jelas digembar-gemburkan oleh pihak-pihak UMNO.

Akhbar milik Umno- Utusan telah memetik ucapan pemimpin PAS itu
yang berkata bahawa komunis yang menyerang balai polis Bukit Kepong semasa Darurat pada Feb 3, 1950, adalah wira dan bukannya anggota polis yang terbunuh di dalam serangan itu. Dia juga didakwa telah menuduh Perdana Menteri pertama negara, Tunku Abdul Rahman, dan Presiden pertama Umno, Onn Jaafar, tidak perlu diiktiraf sebagai pejuang kebebasan kerana mereka adalah pegawai-pegawai British.

Sekurang-kurangnya 49 laporan polis telah dibuat terhadap
Mat Sabu di atas ucapan tersebut, pihak UMNO secara tergesa-gesa telah menyerang dan menuduh beliau cuba untuk mengubah semula sejarah bagi tujuan untuk menjadikan Malaysia sebuah republik. Kemuncak serangan itu, DAP pula telah menghantar pengerusinya untuk mencampuri pertelingkahan ini. Karpal Singh telah menasihatkan Mat Sabu supaya menarik balik kenyataannya.


Penafian Dan Rakaman Diabaikan


Kasihan Mat Sabu. Dia mesti berasa benar-benar kehilangan dan tidak berteman. Pada jangkaannya ia bukan satu isu. Bahkan dia telah melihat rakaman video ceramah atau ucapannya itu, di mana beliau kononnya telah membuat kenyataan tersebut. Setelah meninjau rakaman tersebut, Mat Sabu telah membuat penafian dan memutuskan untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap Utusan.


Tetapi seolah-olah tiada siapa yang mendengar kepadanya sama sekali. Bukan sahaja Karpal tidak menyebelahinya, termasuklah UMNO-BN. Media UMNO kini memutarkan berita kepimpinan PAS atasan tidak menyokong beliau mengenai isu itu.


Tetapi walau apapun kata orang, Mat Sabu yakin, dia harus lebih
cepat untuk meredakan serangan. Bawa keluar pita rakaman, tunjukkan. Masyarakat Melayu sekali lagi diingatkan akan penipuan-penipuan pemimpin UMNO.

Mat Sabu juga mengakui bahawa media milik UMNO telah menyerang beliau sejak beliau dipilih sebagai Timbalan Presiden PAS awal tahun ini.
"Dan mereka juga mungkin menggunakan saya untuk mengalihkan perhatian daripada isu-isu kotor mereka seperti pembaharuan peraturan pilihan raya. Utusan berbohong ... mereka membuat cerita-cerita tentang ucapan saya. Apabila saya memeriksa kembali dan melihat rakaman, tidak ada perkataan 'komunis' dijumpai dalam ucapan saya," katanya.


Apakah Utusan Boleh Dipercayai?


Jika Mat Sabu bercakap benar, mengapa Utusan Malaysia berbohong? Adakah mereka sudah menyemak fakta atau ini satu lagi isu rekaan mereka untuk memusnahkan kredibiliti PAS dan menyamakan ia sebagai kecenderungan Komunis?


Utusan Malaysia telah gagal mengamalkan kejujuran dalam laporan
politik dan menyebabkan rakyat Malaysia dan orang Melayu menjauhkan diri dari mereka dan UMNO. Mempertaruhkan kredibiliti ini semata-mata  untuk sensasi hanya akan merosakkan masa depan akhbar yang dimiliki parti. Dan jika penipu patologi mula memberitahu kebenaran, tiada siapa akan mahu untuk mempercayai mereka lagi. Ini adalah bagaimana kredibiliti bekerja. Seperti juga 'amanah', dipecahkan sekali, ini sangat sukar untuk dibaiki.

Ancaman komunisme kepada
dunia sudah lama berlalu. Ia adalah ideologi usang yang tergolong di zaman lain. Kita sekarang berada di dalam tamadun moden, liberal dan ditambah era IT di mana Komunisme sudah tidak dialu-alukan mahupun diingini lagi. Tidak ramai yang memperdulikannya lagi dan kebanyakan anak-anak muda menganggapnya sebagai kepercayaan kuno. Tetapi tidak di sini, dimana UMNO memerintah Malaysia. Di sini, ia masih satu stigma, ia dosa yang keji. Itulah kedalaman pengetahuan ideologi di dalam UMNO hari ini.

Seterusnya, apakah yang Utusan harapkan?
Dari isu 'azan' Teresa Kon, bersambung ke Perdana Menter Kristian, skandal seks Datuk T, serbuan JAIS-DUMC hinggalah terkini kepada Komunisme. Akhbar itu tidak pernah gagal untuk mencetuskan kontroversi yang tidak perlu. Mungkin ini adalah arahan daripada bos. Sebagai sebuah akhbar, tanggungjawabnya adalah untuk menyatukan pendapat umum Melayu, tetapi setakat ini ia hanya berjaya mencambahkan benih-benih perpecahan.

Dalam perkembangan positif, publisiti itu hanya menjadi kemasyhuran dan kepercayaan pemimpin-pemimpin
politik dalam parti-parti pembangkang supaya pendirian mereka tidak berbelah bahagi. Terutamanya, apabila ia mendedahkan bahawa laporan Utusan tentan Mat Sabu adalah palsu. Bumerang ini akan balik kepada UMNO, dan masyarakat Islam seharusnya bertanya kepada pemimpin-pemimpin mereka seperti TPM Muhyiddin Yassin, Menteri Dalam Negeri, Hishammuddin Tun Hussein dan ramai yang lain mengapa mereka berebut-rebut untuk mengutuk Mat Sabu, tanpa usul periksa.


Tidak Begitu Dikenali Sebelum Ini


Mohd Sabu menikmati banyak sokongan
dari akar umbi PAS. Orang ramai sukakan pidatonya yang berapi-api dan bersemangat, dan beliau banyak menjelajah ke seluruh negara untuk bercakap di dalam ceramah PAS yang telah membawa banyak sokongan kepada perjuangan PAS.

Mat Sabu tidak terkenal di kalangan bukan Melayu dan bukan-PAS sehinggalah dia menjadi Timbalan Presiden. Tetapi kini, semua orang mengenali beliau selepas serangan hebat Utusan UMNO - Bukit Kepong Sabu mungkin menjadi namanya yang terbaru. Dihormati oleh kebanyakan orang Melayu, kemasyhuran beliau kini telah sampai kepada warga Cina dan India di negara ini yang tidak lagi melihat beliau
dengan syak wasangka.

Tidak seperti pemimpin-pemimpin atasan PAS, yang kebanyakannya dari golongan Ulama, dia lebih dianggap liberal, lantang bersuara, turun ke bawah
dengan kualiti kepimpinan semulajadi yang boleh menarik rakyat bersama-sama. Kejayaan beliau dalam pemilihan parti baru-baru ini juga menunjukkan bahawa asas sokongan kepada beliau adalah tinggi. Malah, bagi peringkat akar umbi PAS, dia bagaikan lagenda yang masih hidup kerana kelebihannya itu. Bagaimanapun, beliau dilihat bagai duri dalam daging bagi golongan elit UMNO.


Super Wira Kaum


Ketua Penerangan PAS Tuan Ibrahim Tuan Man telah membelanya
dengan berkata sesiapa yang menentang kerajaan penjajah British sebelum Merdeka, termasuk Parti Komunis Malaya, "logiknya" boleh dipanggil pejuang kemerdekaan. Walau bagaimanapun, perkara yang sama tidak lagi boleh dianggap begitu terhadap pihak Komunis selepas kemerdekaan daripada pihak British, kerana pada masa itu, mereka melancarkan perang gerila terhadap kerajaan Malaysia.

Tuan Ibrahim, Ustaz yang dihormati, juga menegaskan bahawa terdapat keperluan untuk tafsiran yang lebih jujur tentang ​​sejarah, menunjukkan bahawa soalan PAS menyokong Komunis tidak sepatutnya timbul jika semua pihak mengkaji sejarah tanpa prejudis.


Oleh itu, ia kelihatannya seperti Mat Sabu kini telah menyertai barisan Anwar Ibrahim dari PKR dan Lim Guan Eng dari DAP. Dia sepatutnya harus berasa bangga dengan kehebatan serangan UMNO ini. Beliau kini antara yang paling teraniaya di Malaysia kerana beliau dilihat sebagai satu ancaman politik yang sebenar, dengan karisma dan bakat yang cukup untuk menakutkan golongan elit UMNO.


Anwar, Guan Eng dan Sabu kini ketiga-tiga watak utama untuk drama politik di Malaysia dan semakin hebat menjelang Pilihan Raya Umum ke-13. Dalam tergesa-gesa untuk membunuh mereka, UMNO telah lupa bahawa pedang mempunyai dua mata. Walaupun di mata mereka, mereka mendapat kemenangan besar ke atas Sabu, tetapi tidak semua orang membaca Utusan, berapa ramai orang Melayu yang percaya atau mengambil berat tentang berita itu lagi?


Jadi, di mata kebanyakan orang-orang Melayu, Sabu kini merupakan Super-Wira dan terima kasih kepada UMNO.

Ideologi Kominis


Friday, September 2, 2011

Benarkah Umno Menentang Ideologi Komunis ?





Benarkah Umno menentang ideologi komunis ? Umno munafik kelas 1

Oleh : Chegubard

Tahniah kepada Mohamad Sabu, Timbalan Presiden PAS kerana berjaya menarik umum untuk memasuki ruang perbahasan yang selama ini taboo untuk dibincangkan.

Malaysia sebenarnya begitu terasing dengan sejarah perlawanan penjajah. Kita selalu disajikan oleh cerita sejarah yang telah disunting untuk kepentingan pihak tertentu yang mewarisi kepentingan penjajah kapum pemodal British. Malah dalam beberapa hal pewaris itu lebih melampau dari penjajah asal khususnya dalam bab pembodohan minda.

Setiap kali kemerdekaan maka disajikan hanya Dato Onn, Tunku Abdul Rahman hinggalah Najib... adakah ini saja hero negara ? Sajian sejarah yang disunting ini menjadikan anak muda hilang minat dengan sejarah negara yang dilihat tidak cool....

Namun kemerdekaan kali ini yang awalnya dijangka tidak menarik perhatian kerana ditenggelami suasana 1 Syawal telah menjadi begitu menarik. Sejarah yang selama ini taboo telah dibincangkan terbuka.

che'GuBard tidak mahu menyentuh panjang, cukup dengan menyentuh benarkah Umno memusuhi PKM kerana ideologi Komunis atau kerana mewarisi sentimen perang penjajah.

Jika benar dengan bercakap soal ideologi komunis menghina bekas polis dan tentera maka bagaimana pula dengan Regim Najib yang memberikan lesen kepada lidah rasmi Parti Komunis China ?

Malaysiakini pernah melaporkan KDN memberikan permit kepada lidah Rasmi Parti Komunis China (klik sini untuk baca lanjut)

Betul benar, telah lama beri permit kepada organ parti kominis ini terbit di Malaysia. Mengikut laporan Malaysiakini pada 10 Januari 2005, KDN telah meluluskan untuk penerbitan suara rasmi Parti Kominis Malaya bernama "People's Daily".

Mengikut Wikipedia:
The People's Daily (Chinese: 人民日报; pinyin: Rénmín Rìbào) is a daily newspaper in the People's Republic of China. The paper is an organ of the Central Committee of the Communist Party of China (CPC), published worldwide with a circulation of 3 to 4 million. TERJEMAHAN: People's Daily adalah akhbar harian di China. Akhbar ini adalah suara rasmi Parti Komunis China
Yang hairannya, Harakah diterbitkan dengan 1001 satu syarat, Suara Keadilan tak diberi permit banyak lagi terbitan tidak dibenarkan tetapi lidah parti komunis dibenarkan.

kalaulah permit ini dibawah urusan kerajaan negeri , dan ada negeri PR memberikan kelulusan maka muncullah tuduhan seperti satu penghinaan kepada bekas2 tentera kita yang telah terkorban menentang penentangan Parti Komunis Malaya satu masa dahulu? Bukankah Parti Komunis Malaya bernaung di bawah Parti Komunis China di mana segala kelengkapan mereka datang dari Parti Komunis China?

Tidakkah tindakan seperti ini juga seperti meludah di atas pusara mereka2 yang terkorban dalam peristiwa Bukit Kepong juga?

Umno juga sendiri menjalinkan hubungan istimewa dengan parti komunis China, sehingga ada program pertukaran latihan.

Malah ramai yang tidak sedar Ramadhan yang lepas regim Najib telah menghantar paksa pulang Pelarian2 Politik Uighur China.

Menghantar pulang pelarian Uighur tersebut akan mendedahkan mereka kepada siksaan, kezaliman dan juga kepada kematian. Uighur ini ialah kelompok Islam yang bermasalah dengan Beijing, mereka punya sejarah melawan untuk sebuah negara Islam Merdeka.

Menghantar pulang mereka ke China seperti menghantar mereka untuk mati, ini kezaliman lebih lagi ketika Ramadhan.

Persoalanya adakah tindakan UMNO ini adalah disebabkan hubungan formal UMNO dan Parti Komunis China yang terjalin sejak lama dulu dan diformalkan beberapa tahun lepas. Barang diingat, hubungan ini bukan hubungan Kerajaan dengan Kerajaan. Ia adalah hubungan antara parti UMNO dengan Parti Komunis China.

Siapa sebenarnya yang pro komunis?

Kalau nak kata menghormati pejuang2 yang menentang komunis, ratusan ribu kaum Uighur gugur shahid menentang kebangikitan komunis sekitar tahun 30an dan 40an dahulu.

che'GuBard pertegaskan artikel ini ditulis bukan untuk memburukkan mana - mana ideologi. Ideologi. Jawapan kepada semua ini ialah untuk menunjukkan betapa Umno itu munafik nombor satu.

itu belum masuk lagi bagaimana kita bermuka - muka menentang Israel tetapi kita ada hubungan dagang bantu ekonomi negara haram Israel. (klik untuk baca artikel hubungan malaysia Israel)

Percayalah kita tidak akan ke mana - mana tanpa mengangkat sejarah sebenar dengan jujur. Ingatlah sejarah bukan untuk dihukum tetapi untuk dijadikan pengajaran berguna bagi masa depan kita.
free counters
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 PakKaramu |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.